Skip to main content

Jebakan Swipe dan Kenapa Saya Memilih Uninstall Aplikasi Belanja

·355 words·2 mins
Jundi Mubarok
Author
Jundi Mubarok
Ngobrol Lewat Tulisan Ringan

Pernahkah kamu membuka HP hanya untuk mengecek satu notifikasi penting, tapi tanpa sadar setengah jam berlalu begitu saja? Niatnya cek WhatsApp, tapi malah “nyasar” ke aplikasi belanja online, ujung-ujungnya sedang menimbang-nimbang apakah harus check out waist bag yang sudah lama diidamkan.

Atau yang lebih parah: terjebak scrolling di YouTube Shorts atau TikTok sampai satu jam lebih. Rasanya seperti ada suara yang berbisik, “Eh, swipe lagi dong, ada video lucu yang cocok banget buat kamu.” Itu bukan kebetulan; itu adalah jebakan algoritma yang membuat kita selalu merasa kurang.

Hari ini, saya ingin mengajak kamu melakukan sesuatu yang radikal: Menekan tombol “Uninstall”.

Strategi Mempersulit Akses
#

Bukan berarti saya menyarankan kamu berhenti belanja atau menjadi buta informasi. Solusinya adalah mempersulit aksesnya.

Logikanya sederhana: semakin mudah dibuka, semakin gampang kita tergoda. Kita bisa mulai dengan menyembunyikan aplikasinya, atau yang lebih ekstrem, uninstall dan akses hanya lewat browser. Minimal, jangan instal lebih dari satu aplikasi belanja online.

Saya tahu godaannya berat. Di aplikasi A barang elektronik mungkin lebih murah, tapi di aplikasi B koleksi fashion-nya sering diskon gila-gilaan. Akhirnya kita instal keduanya. Tapi percayalah, menyisakan hanya satu aplikasi belanja di HP akan membuat hidup jauh lebih “tenang” dan melindungi kita dari sifat impulsif.

Melawan Notifikasi “Racun”
#

Bayangkan, hampir setiap hari aplikasi-aplikasi ini mengirimkan notifikasi promo. Bagaimana tidak tergoda? Begitu diklik, kita langsung disuguhkan flash sale barang-barang impian. Kalau saldo lagi ada, otomatis jari ini bakal klik check out, hehe.

Kalau kamu masih sering merasa “lapar mata” karena harga murah yang lewat di notifikasi, saran saya cuma satu: Uninstall aplikasinya sekarang. Tahan diri agar tidak terlalu impulsif.

Diet Informasi: Menyaring Berita “Sampah”
#

Satu lagi yang paling mengganggu: berita “sampah”. Coba perhatikan berita yang muncul di layar HP kita. Berapa banyak yang benar-benar kita butuhkan?

Isinya seringkali hanya tentang pembunuhan, perampokan, atau korupsi. Ya, kita butuh informasi, tapi tidak perlu berlebihan. Terlalu banyak mengonsumsi berita seperti itu hanya akan membuat kita resah dan cemas setiap hari.

Baiknya, uninstall juga aplikasi berita yang terlalu berisik. Jika memang butuh mengetahui informasi tertentu, akseslah secara sengaja lewat browser. Dengan begitu, kitalah yang memegang kendali atas informasi, bukan informasi yang mengendalikan emosi kita.