Hal Yang Paling Saya Takutkan, Tapi Ternyata Baik-Baik Saja

Ada satu hal yang dulu sempat takut kalau itu terjadi di kemudian hari, public speaking.

Ya hal ini menjadi momok yang cukup menakutkan, kalau tiba-tiba ada momen yang mengharuskan saya berbicara atau mungkin terpaksa saya harus berbicara.

Ketika santri saya orang yang agak kalem, kalau ketemu orang orang ngga banyak nanya atau kepo sama urusan orang lain, dan sampai saat ini karakter itu masih melekat dalam diri saya.

makannya jujur saya ngga terlalu peduli dengan urusan orang lain, walaupun aslinya saya juga suka membantu, tapi bukan dimanfaatin yaa, ahaha.

Nah, apa hubungannya dengan public speaking?

Ketika di momen tertentu kadang saya merasa gagap ketika berbicara, atau memaksa saya memilih diksi yang tepat supaya “gagap” ini tidak terjadi, di momen saya harus memaksa mencari diksi yang tepat disitulah jeda berbicara terlihat jelas.

Jadi kalau ada momen saya harus maju ke depan khalayak biasanya saya butuh waktu lama untuk menyampaikan tujuan yang ingin saya utarakan, walaupun yaa ngga lola-lola (loading lama) amat sih….

Tapi ketika saya merasa semakin dewasa (emang iya?) dan memaksa saya harus memegang jabatan yang butuh banyak bicara di depan umum, terutama orang yang lebih tua dibanding saya…

Ada momen ketika saya merasa tidak mampu berbicara atau memberikan pendapat karena saya merasa orang di sekitar saya lebih tinggi dalam hal ilmu dan pendapat yang mereka utarakan sangat masuk akal dan tidak terelakkan.

Namun, ada momen juga ketika saya berani berbicara di depan umum, dalam kondisi ’terpaksa’ saya harus bicara, karena terdesak oleh momen krusial atau saya merasa orang sekitar saya punya pendapat yang mulai tidak masuk ke logika pemikiran saya (sombong ya kalau gini) 🙄.

Apalagi saat ini saya menjadi kepala di salah satu unit lembaga, yang bahkan gurunya pun ada yang lebih tua daripada saya.

Mau ngga mau pemilihan diksi kata yang tepat harus ‘dipaksa’ ditemukan dengan segera, karena ya mau bagaimanapun namanya orang tua perlu untuk di hormati dan entah itu perasaan yang sadar ataupun tidak sadar pasti orang yang lebih tua pengen dihormati dari orang yang lebih muda, eh iyakah? 😆

Ini adalah opini yang menurut saya lumayan kontroversial, ngga pernah saya menuliskan sejelas ini dan sejujur ini 😣

Pada intinya publik speaking ini menjadi hal yang ditakuti dulu ketika saya masih bersekolah, dan sekarang terasa seperti ‘ah biasa aja kok, ngga masalah’ walaupun yaa ngga jago jago amat, yang penting bicara santun dan berusaha ngga sampai menyinggung perasaan orang lain, kecuali emang niatnya menyinggung, ups hehe 😉

Sekian.

Comments